Lompat ke konten

Sistem Kontrol Pada Common Rail Injection

sistem kontrol elektronik common rail

Common Rail Injection merupakan sistem injeksi yang sangat kompleks. Tentunya sistem ini membutuhkan pengendali yang otomatis dan akurat. Oleh karena itu, sistem pengendali common rail ini terdiri dari berbagai macam komponen elektronik yang menjadi satu kesatuan. Baik itu sensor, ECU, maupun actuator sebagai perangkat outputnya.

  • NE revolution sensor (crank angle sensor)
    Bila celah signal pada flywheel melewati sensor,garis gaya magnet yang memotong coil berubahdan dibangkitkan tegangan lestrik AC didalamcoil.
    Lobang (celah) signal disediakan pada flywheelsetiap 7.50, tetapi ada 3 tempat dimana tidakada celah, sehingga total ada 45 celah signal.
    Sehingga, untuk setiap putaran engine,dihasilkan 90 pulsa. Dari signal ini, putaranengine dan sudut crank (crank angle) dideteksi.
    hubangan G sensor dan NE sensor
  • G revolution sensor (cylinder judgementsensor)
    Sama kerjanya seperti NE revolution sensor,perubahan garis gaya magnet yang memotongcoil menghasilkan tegangan listril AC didalamcoil.
    Piringan roda gigi (disc-shaped gear) dipasangditengah-tengah camshaft dari high-pressurepump mempunyai suatu notch setiap 1200, danjuga terdapat extra gigi pada satu titik.Sehingga, untuk setiap 2 putaran engine,dihasilkan 7 pulsa.

Kombinasi dari pulsa-pulsa NE revolutionsensor dan G revolution sensor dikenal sebagaipulsa standard cylinder No.1.
grafik PWM G sensor dan NE sensor

  • Water temperature sensor
    water temperature sensor
    Water temperature sensor mendeteksitemperatur air pendingin engine danmengirimkannya ke ECU. Sensormenggunakan suatu thermistor yangberubah harga tahanannya terhadaptemperatur. ECU memberikan teganganlistrik ke-thermistor dan mendeteksi dengantegangan yang terbagi menjadi nilai tahanandidalam computer dan nilai tahanan darithermistor.
  • Fuel temperature sensor
    fuel temperature sensor
    Fuel temperature sensor mendeteksitemperatur fuel dan mengirimkannya keECU. Sensor menggunakan suatuthermistor yang berubah harga tahanannyaterhadap terhadap temperatur. ECUmemberikan tegangan listrik ke-thermistordan mendeteksi dengan tegangan yangterbagi menjadi nilai tahanan didalam computer dan nilai tahanan dari thermistor.

COMMON RAIL CONTROLS 

sistem control common rail
System CRI mengontrol jumlah fuel injeksi dan timing injeksi fuel yang lebih sesuai daripada mechanical governor dan timer yang digunakan pada fuel injection pump yang konvensional.

Baca Juga :  Fuel Mist Ketika Engine Low Idle Dan High Idle

System pengontrolan melakukan kalkulasi yang perlu didalam ECU dari sensor-sensor yang dipasang pada engine dan machine, dan mengontrol timing dan panjang waktu arus listrik dialirkan ke injector sehingga system CRI dapat melakukan injeksi fuel yang optimum pada timing injeksi fuel optimum.

1. Control function for fuel injection amount
Berfungsi untuk mengontrol jumlah fuel injeksi menggantikan fungsi governor konvensional. Fungsinya mengontrol injeksi fuel sehingga diinjeksikan sejumlah fuel yang optimum, berdasarkan signal dari engine speed dan accelerator angle.

2. Control function for fuel injection timing
Berfungsi mengontrol timing injeksi fuel menggantikan fungsi dari timer. Fungsinya mengontrol injeksi fuel sehingga fuel diinjeksikan dengan timing yang optimum, berdasarkan signal dari engine speed dan jumal fuel injeksi.

3. Control function for fuel injection pressure (common rail pressure control function).
Berfungsi untuk mengontrol tekanan injeksi fuel (common rail fuel pressure control function) mengukur tekanan fuel dengan menggunakan fuel pressure sensor dari common rail. Fungsi ini memberikan feed back ke ECU dan mengontrol jumlah aliran fuel dari fuel supply pump. Control function ini mengontrol tekanan feedback sehingga nilai optimum yang di-set cocok sesuai dengan engine speed dan jumlah fuel injeksi.