Lompat ke konten

Cara Pengoperasian Propel Dan Rotary Drilling DM45

pengoperasian drilling dm45

Di dalam mengoperasikan unit Drilling DM45, ada prosedur tertentu yang harus diterapkan oleh semua operator. Hal ini dimaksudkan agar unit drilling tersebut selalu terjaga pada kondisi aman dan siap pakai. Berikut ini adalah cara pengoperasian propel, drill setup dan rotary drilling versi ruang mesin.

PENGOPERASIAN PROPEL

1. Pastikan drill pipe dalam kondisi aman atau sudah terangkat full dari permukaan tanah.

2. Pindahkan posisi Drill/ Propel selector pada posisi Propel mode maka :
– Backup alarm berbunyi untuk clearing area yang menandakan unit akan melakukan travel
– Aliran oli dari main pump akan di arahkan ke propel system.
– Pilot pressure 500 Psi dari Drill Propel Valve akan merelease brake CS & CS final drive.

3. Control lever propel mengatur gerakan dari track CS dan track DCS, ketika control lever di gerakkan maju atau mundur maka secara otomatis akan mengalirkan oli pada motor travel sehingga tracktion bergerak maju/ mundur.

4. Untuk STOP travel posisikan control lever propel pada posisi netral sehingga akan menghentikan pressure pada hydraulic motor dan secara otomatis traction akan berhenti.

PROSES DRILL SETUP/ LEVELING DRILL UNIT

1. Pada saat travel menuju lokasi lubang bor, pastikan titik lubang berada tepat di bawah centralizer bushing.
2. Posisikan Drill/ Propel selector posisi Drill mode
3. Naikkan engine speed ke 1800 rpm dengan throttle switch.
4. Levelkan body unit dengan menggunakan ketiga control lever hydraulic jack dengan melihat air bubble level gauge.
a. Pertama naikkan body unit pada bagian CS dan DCS
b. Dan kemudian naikkan body unit pada Non drill side.
Levelkan unit sampai air bubble berada di tengah-tengah.
5. Naikkan tower dengan control lever tower raise.
6. Lock tower dengan menggunakan tower pinning switch sampai lampu tanda peringatan tower unpinned telah padam.

Baca Juga :  Sistem Separator Dan Regulator Compressor DM45

pengoperasian drilling

PENGOPERASIAN ROTARY DRILLING

1. Pastikan stabilizer/ bit sub, rotary bit dan drill rod terpasang dengan benar.

2. Posisikan engine speed posisi 1800 rpm.

3. Posisikan Drill/ Propel posisi Drill Mode.

4. Dorong handle compressor ON/ OFF ke depan untuk mengaktifkan compressor.

5. Adjust kecepatan putaran dengan memutar rotary control torque limit searah jarum jam untuk slow speed.

6. Aktifkan Dust Collector untuk mereduce debu.

7. Tarik control lever drill feed untuk menurunkan tricone bit ke permukaan tanah (cukup menyentuh tanah saja).

8. Tarik control lever drill rotation untuk memutar drill pipe searah jarum jam.

9. Adjust rotation dan pulldown pressure pada satu meter pertama (COOLARING) pada low pressure.

10. Setelah coolaring selesai, adjust rotary control torque limit dan drill feed force untuk mengontrol pressure/ menaikkan pressure yang disesuaikan dengan kondisi batuan yang di bor.

11. Pastikan pengeboran stabil dan tidak ada getaran yang keras pada drill pipe dan selalu memperhatikan drill gauge.

12. Selalu perhatikan kondisi debu yang keluar dari lubang, dengan mengaktifkan/ membuka dust flap, jika debu kering tetap gunakan DCT, tetapi jika lubang basah/ berair maka matikan DCT system sehingga filter DCT tidak basah/ tidak cepat buntu.

13. Untuk STOP drilling, naikkan drill pipe (rotation dan compressor tetap aktif) sampai di atas permukaan tanah.

14. Netralkan semua drill control lever, rotary control torque limit & drill feed force, dan compressor OFF.

Baca Juga :  11 Tips Merawat Alternator Agar Mencapai Umur Pakainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *