Lompat ke konten

7 Parameter Penting Pengecekan Engine

memeriksa parameter penting engine

7 Parameter penting dalam pengecekan engine yaitu :

1. Engine speed (Rpm)
Mengetahui speed engine saat low idle dan high idle, untuk memastikan Fuel throttle lever voltage atau fuel control dial (electrical throttle system) kondisinya normal. Sedangkan untuk mengetahui power engine, pengukuran dilakukan pada kondisi operasi dengan beban maksimal.
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Memastikan fuel throttle lever dapat diposisikan pada stopper Low dan High
– Hidupkan engine dan ukur speed saat low dan high.

2. Compression pressure (kg/cm2)
Mengetahui tingkat keausan pada liner dan ring piston, atau kondisi valve guide / steam.
Prosedur
– Radiator coolant temperature : + 60oC
– Cracking rpm : 150 – 250 rpm (untuk memastikan tercapai, pasang tachometer)
– Pastikan Intake system kondisinya bagus (tidak terjadi kebuntuan)
– Valve clearance : standart
– Lepas nozzle atau injector, dan pasang adapter (nozzle palsu), sambungkan dengan pressure gauge.
– Tutup fuel line, posisikan shut-off agar tidak terjadi fuel injection.
– Putar (crangking) engine dengan tenaga battery saja (engine tidak hidup) dan ukur compression pressure. Lakukan 3-4 kali, ambil nilai rata rata.
– Agar battery lebih tahan lama, buka semua nozzle atau injector.

3. Blow by pressure (mmH2O, mmAq)
Untuk mengetahui tingkat keausan pada liner dan ring piston (bebocoran pressure dari ruang bakar)
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Memastikan pedal throttle lingkage & lever throttle FIP dapat diposisikan pada stopper High.
– Check fuel dan air system kondisinya normal.
– Pasang Blow-by adapter dan sambungkan dengan pressure gauge
– Hidupkan engine, posisikan high idle (jika memungkinkan berikan load maksimal , ukur saat unit operasi), kemudian ukur pressure blow by.

Baca Juga :  Struktur Dan Cara Kerja Fuel Feed Pump

4. Oil pressure
Parameter engine berikutnya adalah Oil Pressure, tujuannya adalah untuk Memastikan pressure oli yang digunakan untuk system lubricating engine sesuai standart, sehingga tidak terjadi keausan abnormal.
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Oil level dalam range Low-High
– Tidak terjadi oil leakage
– Pasang nipple dan sambungkan dengan pressure gauge.
– Hidupkan engine, ukur pressure saat engine low idle dan high idle.

5. Intake resistant (mmH20)
Untuk mengetahui tingkat kebuntuan air cleaner dan juga sebagai indikasi kemampuan hisap piston.
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Tidak terjadi kebocoran pada intake system
– Pasang nipple measurement dan sambungkan dengan pressure gauge
– Hidupkan engine, ukur intake resistance saat beban maksimal.

6. Exhaust temperature (oC)
Untuk mengetahui tingkat kwalitas pembakaran, yang ditentukan oleh perbandingan udara yang masuk dengan fuel yang diinjeksikan.
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Check fuel dan air system kondisinya normal.
– Pasang temperature sensor dan sambungkan dengan thermometer
– Hidupkan engine, ukur exhaust temperature saat beban maksimal.

7. Exhaust gas color (Bosch Index)
Untuk mengetahui tingkat kwalitas pembakaran, dan tingkat kebocoran oli kedalam ruang bakar (melalui valve steam dan ring piston).
Prosedur
– Radiator coolant temperature : 70-90o (temperature kerja)
– Check fuel dan air system kondisinya normal.
– Hidupkan engine, masukkan suction port Smoke checker kedalam muffler (exhaust pipe) dan hisap (tarik handlenya) saat engine diakselerasikan.
– Bandingkan hasil hisapan gas buang yang terdapat pada filter paper dengan table standart.

Baca Juga :  Jenis Alignment Pada Front Wheel Motor Grader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *