Transmisi Synchromesh, Struktur Dan Cara Kerjanya

Pada dasarnya synchromesh transmission sama dengan constant mesh transmisi. Synchromesh merupakan komponen dalam gearbox transmission yang berfungsi untuk membantu dalam melakukan proses perpindahan kecepatan (gear shifting).

Apabila dibandingkan dengan transmisi sliding dan constant mesh, synchromesh transmission mempunyai keuntungan yaitu dapat memindahkan kecepatan tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Sebuah synchronizer digunakan agar pada saat gear shifting lebih lembut dan tidak berisik. Synchromesh transmission biasa dipakai pada automobile termasuk pada unit Nissan dan Scania.

Pada umumnya synchromesh tidak digunakan untuk speed satu, mundur dan crawler gear (khusus pada scania), akan tetapi synchromesh digunakan pada speed dua sampai speed yang paling tinggi.

Berdasarkan text book yang dikeluarkan UD Nissan transmisi yang menggunakan synchromesh dibagi menjadi dua jenis, diagramnya adalah sebagai berikut:

• Constant Load Type

Constant load type digunakan sebelum munculnya inertia lock type, gear pada transmisi ini dapat berhubungan untuk meneruskan tenaga sebelum gearnya berhubungan dengan sempurna. Sedangkan untuk inertia lock type gear tidak akan meneruska tenaga sebelum gear tersebut berhubungan dengan sempurna yang dibantu oleh synchronizer.

• Inertia Lock Key Type

Tipe ini paling banyak digunakan pada masa sekarang, dimana untuk menghubungkan gearnya berdasarkan prinsip dari friction clutch. Speed gear ke lima dan enam pada transmisi Nissan Diesel model TMH 600 atau MTS 60 menggunakan synchromesh inertia lock key type. Struktur dari transmisi yang menggunakan synchromesh inertia lock key type adalah sebagai berikut:

inertia lock key type synchromesh

• Inertia Lock Pin Type

Pada inertia lock pin type hampir sama dengan inertia lock key type, synchronizer pin juga dioperasikan berdasarkan prinsip dari friction clutch.  Perbedaannya terletak pada cone clutchnya, dimana cone clutch (synchronizer ring) pada pin type diameternya lebih besar sehingga tipe ini digunakan pada kendaraan yang lebih besar (terutama untuk lower gears). Inertia lock pin type digunakan pada transmisi TMH 400 speed gear ke dua dan tiga.

Baca Juga :  Transmisi Constantmesh, Struktur Dan Cara Kerjanya

inertia lock pin type synchromesh

• Inertia Lock Plunger Type

Perbedaan inertial lock plunger type dengan inertial lock key type adalah adanya lock plunger yang menggantikan fungsi dari key. Tipe ini digunakan pada transmisi Nissan Diesel TMH 400 speed gear ke empat dan ke lima. Strukturnya adalah sebagai berikut:

inertia lock plunger type synchromesh

Pada unit scania, synchromesh terletak pada main gearbox dan planetary gearnya (untuk tipe transmisi scania yang dilengkapi planetary gear). Pada reverse dan crawl gear tidak memakai synchromesh tetapi hanya memakai coupling sleeve untuk proses gear shiftingnya. Synchromesh pada
main gearbox terbagi menjadi dua yaitu single synchromesh dan double synchromesh.

single synchromesh

Pada unit scania susunan gear selain untuk kecepatan pertama menggunakan single synchromesh. Mainshaft (9) berhubungan dengan driver (7), locking roller (5), plunger (3), spring (2), shift sleeve (6) dan latch cone (4) yang selalu berputar dengan kecepatan yang sama.

Synchromesh cone terpasang spline pada gear wheel (8). Shift sleeve (6) yang memiliki internal gear dapat digerakkan mengunci synchromesh cone. Dibawah shift sleeve terdapat locking roller (5) yang memiliki dua fungsi. Pertama untuk mengunci shift sleeve ketika netral dan untuk mengatur kecepatan gear wheel ketika shift sleeve mulai menekan latch cone dan synchromesh cone.

double synchromesh

Double synchromesh digunakan untuk first gear (kecepatan pertama), tipe ini memiliki surface friction yang besar sehingga untuk engage gearnya lebih keras. Synchromesh cone pada single synchromesh diganti dengan coupling disc (7) dan intermediate cone (4). Latch cone dan inner cone dihubungkan oleh driver plate. Intermediate cone dihubungkan dengan coupling disc menggunakan delapan pin yang membuat cone dapat bergerak secara axial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *