Transmisi Constantmesh, Struktur Dan Cara Kerjanya

Pada transmisi tipe constantmesh driven gear pada splined shaft selalu berhubungan dengan drive gearnya sehingga selalu berputar. Perputaran driven gear tidak memutarkan shaftnya.

Perputaran driven gear akan diteruskan ke shaft apabila coupling sudah dipindahkan dengan sempurna. Sampai clutch hub terhubung dengan shaftnya sehingga driven gear dapat memutarkan shaft.

Salah satu unit yang menggunakan transmisi constanmesh adalah D60A-6, dibawah ini merupakan struktur transmisi D60A-6.

Cara Kerja Transmisi Constantmesh

Unit bulldozer D60-6 menggunakan transmisi constantmesh yang terdiri dari 5 forward speed dan 4 reverse speed untuk mengatur kecepatannya. Input shaft (17) spline pada gear A, gear A selalu berhubungan dengan gear H. Apabila tenaga dari engine memutar input shaft (17) maka gear A dan gear H akan selalu berputar, akan tetapi perputaran gear H tidak sampai memutar counter shaft.

Input shaft (17) spline juga dengan gear B yang selalu berhubungan dengan gear N. Gear B, gear N, dan gear O juga selalu berputar sehingga memutarkan intermediate shaft dan gear I. Kombinasi gear-gera tersebut digunakan untuk gerak mundur.

• Forward 1st Speed

transmisi constantmesh 1 maju

Tenaga dari input coupling (21) memutarkan inpus shaft (17) dan gear A sehingga gear H pada countershaft ikut berputar. Ketika lever diposisikan
F1 maka gear shift lever (F-R) akanmenggerakkan countershaft coupling gear (16) ke samping (ke arah kiri pada gambar) sehingga eksternal gear pada guide gear H akan berhubungan dengan internal teeth pada coupling gear.

Hal ini membuat putaran dari input shaft diteruskan ke countershaft. Pada saat lever posisi F1 shifter fork juga akan menggerakkan coupling gear (12) ke samping (ke arah kanan pada gambar) sehingga internal teeth pada coupling gear (12) berhubungan dengan eksternal gear pada guide gear M. Hal ini membuat putaran dari countershaft diteruskan ke gear M dan memutar gear G yang fix dengan main shaft. Main shaft akan memutarkan pinion gear (Q) ke bevel gear menuju final drive untuk menggerakkan unit.

Baca Juga :  Flow Control Valve, Fungsi, Jenis Dan Cara Kerjanya

• Reverse 1st Speed

transmisi constantmesh 1 mundur

Input shaft reverse gear B fix pada input shaft (17) dan selalu memutarkan gear N, gear O dan intermediateshaft berlawanan dengan input shaft (17). Mengoperasikan gear shift lever posisi R1 akan menggerakkan countershaft coupling gear (16) ke samping (ke arah kanan pada gambar) dan countershaft coupling gear (12) ke samping (ke arah kiri pada gambar).

Putaran gear I yang berasal dari putaran gear O diteruskan menuju countershaft dan memutarkan gear M yang telah terhubung oleh coupling gear ke gear G sehingga tenaga akan diteruskan ke main shaft dan pinion (Q) dengan arah berkebalikan dengan putaran pada F1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *