Total Quality Management, Mengapa Harus ?

total quality management struktur

Total Quality Management (TQM) secara harfiah dapat kita bagi menjadi 3 kata, yaitu Total, Quality dan Management.

  • Total artinya menyeluruh, dalam hal ini adalah seluruh organisasi secara terpadu.
  • Quality artinya produk atau layanan yang memberikan kepuasan kepada pelanggan,atau bahkan melebihi keinginan pelanggan.
  • Management artinya kumpulan orang yang menjalankan operasional organisasi dan mengatur secara langsung dan mengendalikan organisasi sesuai dengan arahan pihak terkait.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa Total Quality Management adalah sistem management yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar pertama kali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) yang melibatkan semua karyawan dan memotivasi karyawan.

Point pentingnya adalah :
1. TQM adalah filosofi yang berlaku sama dan bisa diterapkan untuk semua bagian organisasi
2. TQM dapat dilihat sebagai pendekatan untuk perbaikan berkesinambungan
3. TQM menempatkan pelanggan di garis depan dalam pengambilan keputusan terhadap kualitas
4. TQM menekankan pada peran dan tanggung jawab setiap orang dalam suatu organisasi untuk mempengaruhi kualitas.
5. Semua orang diberdayakan

Keuntungan Penerapan Total Quality Management (TQM)

1. Keuntungan konkrit
– Kualitas produk yang lebih baik
– Perkembangan hasil produk menjadi lebih baik
– Peningkatan hasil penjualan
– Peningkatan keuntungan
– Mengurangi keluhan karyawan

2. Keuntungan secara abstrak
– Kerja tim menjadi lebih efektif
– Perbaikan minat kerja
– Perbaikan hubungan sesama pekerja dan tempat kerja
– Budaya partisipasif
– Kepuasan pelanggan
– Perbaikan komunikasi
– Memperbaiki kapasitas pemecahan masalah

Perbedaan TQM dan Sistem lama (Traditional Approach)

Traditional approach VS TQM

1. Lack of communication vs Open communication
2. Control of staff vs Empowerement
3. Inspection & fire fighting vs Prevention
4. Internal focus on rule vs External focus on customer
5. Stability seeking vs Continous improvement
6. Adversarial relations vs Co-operative relations
7. Allocating blame vs Solving problem at their roots

Baca Juga :  Prinsip-Prinsip Dasar Metodologi Six Sigma

Total Quality Management memiliki beberapa hal yang harus dilakukan sebagai komitmen untuk mengimplementasikannya

1. Pentingnya komitmen manajemen
2. Pendekatan strategis kepada sistem mutu
3. Pentingnya pengukuran mutu
4. Pentingnya perbaikan proses
5. Pendidikan dan pelatihan
6. Menghilangkan penyebab masalah mutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *