Struktur, Fungsi Dan Cara Kerja Pressure Switch AC

Pada dasarnya pressure switch ini berfungsi untuk melindungi sistem AC terhadap kerusakan, yang diakibatkan dari perubahan tekanan dalam sistem pendingin.

GARIS BESAR
Switch ini digunakan untuk menghentikan kompresor jika tekanan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah didalam siklus pendinginan terdeteksi oleh diaphragm. Sehingga perlengkapan pada siklus pendinginan dilindungi terhadap kerusakan. Ada dua tipe yang digunakan pada AC ini, satu untuk tekanan yang terlalu tinggi dan satu lagi untuk tekanan yang terlalu rendah.

1) Untuk memutus tekanan tinggi

grafik pressure switch 1
Jika tekanan tinggi dalam siklus pendinginan yaitu tekanan kondensasi dari refrigerant, meningkat drastis yang disebabkan kebuntuan atau kurangnya pendinginan dari kondensor ketika ketika AC bekerja, sistem akan terganggu atau rusak. High pressure switch digunakan untuk mencegah hal tersebut.

Kontak tipe NC digunakan untuk high sistem. Jika tekanan pada sisi tekanan tinggi melebihi 23 kg/cm², snap disc akan terbalik dan pin akan terdorong kebawah, dan kontak akan terbuka. Ketika kontak terbuka, ini akan meng OFF kan magnetic clutch, sehingga kompresor mati.

2) Untuk memutus tekanan rendah

grafik pressure switch 2
Jika AC dioperasikan dan hanya ada sedikit atau tidak ada refrigerant di sistem, kompresor tidak akan dilumasi dengan benar, ini dapat menyebabkan kompresor rusak. Sebelum AC difungsikan, switch mendeteksi apakah refrigerant disistem cukup. Jika tidak low pressure switch bekerja untuk mencegah bekerjanya magnetic clutch.

Cara Kerja Pressure Switch AC

Kontak tipe NO digunakan untuk low pressure switch. Jika tekanan pada sisi tekanan tinggi melebihi 2,3 kg/cm², diaphragm akan mampu melawan tekanan spring, menyebabkan kontak tertutup. Bila jumlah refrigerant yang disekat didalam siklus pendinginan sebelum AC dioperasikan mencukupi, tekanan jenuhnya kira-kira 6 kg/cm² pada temperatur udara luar 25ºC.

Baca Juga :  Fungsi Dan Cara Kerja Kondensor AC

Tekanan ini tidak dapat berubah banyak bahkan jika sebagian refrigerant telah bocor. Bagaimanapun, jika refrigerant menjadi sangat kurang, tekanan akan turun seperti ditunjukan pada gambar grafik sebelah kanan. Kemudian, jika turunya tekanan jenuh refrigerant dideteksi oleh signal pressure switch OFF, kekurangan refrigerant dapat dideteksi.

grafik pressure switch 3

Pada grafik ditunjukan hubungan antara jumlah refrigerant dan tekanan jenuhnya, Pressure dideteksi 2,1 kg/cm² ketika jumlah refrigerant kira-kira 50 g pada temperatur luar 25ºC. Tekanan yang dideteksi juga tekanan jenuh saat temperatur udara luar 0ºC. Dibawah 0ºC pressure switch menjaga kompresor tetap OFF bahkan ketika refrigerant mencukupi.

Untuk itu pressure switch dapat bekerja sebagai sensor temperatur udara luar. Titik pendeteksian temperatur mungkin terdapat pada salah satu sisi tekanan tinggi atau tekanan rendah. Jika diletakan pada sisi tekanan rendah, walau bagaimanapun, perubahan tekanan ketika AC bekerja akan menyebabkan kesalahan tindakan. Untuk itu titik pendeteksian tekanan diletakan diantara receiver dan expansion valve pada sisi tekanan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *