Struktur Dan Cara Kerja VC Valve PC2000-8

Outline
VC valve berfungsi untuk mengatur pergerakan servo piston (4) (pump delivery) sesuai dengan besarnya EPC valve output pressure PEPC (controller command current).

Operation
– Sleeve (2) VC Valve akan bergerak dan berhenti pada suatu posisi, dimana EPC valve output pressure dan force spring (1) seimbang.
– Pressure PS pada large diameter end dirubah berdasarkan perubahan luas
bidang pembukaan pada notch A dan B, diantara sleeve (2) dan spool (3) karena perubahan posisi hubungan antar kedua port tersebut.

VC Valve Move Maximum Side

Move of servo piston to the maximum side
– Saat EPC valve output pressure PS naik, sleeve (2) akan bergerak ke atas menekan spring (1).
– Selama swash plate angle berada pada posisi maximum, large diameter end
pressure PS akan berhubungan dengan circuit drain. [Servo piston akan digerakkan ke maximum side oleh small diameter end pressure PH.]
– Pergerakan servo piston (4) ke arah maximum side akan berhenti pada suatu
posisi jika telah kontak dengan MAX adjustment screw (5).

VC Valve Move To Minimum Side

Move of servo piston to the minimum side
– Jika EPC valve output pressure semakin turun, sleeve (2) akan ditekan tension spring (1) bergerak ke bawah, untuk semakin membuka bidang bukaan B antara sleeve (2) dan spool (3) [sedangkan bidang bukaan A menutup], untuk menghubungkan large diameter end port dengan shuttle valve output pressure yang saman dengan small diameter end pressure PH].
– Sehingga servo piston (4) akan bergerak ke min. side karena perbedaan reaction force akibat perbedaan luas bidang penampang.
– Pergerakan servo piston (4) ke minimum side akan berhenti saat kontak dengan MIN adjustment screw (6).

Baca Juga :  2 Penyebab Kerusakan Komponen Hydraulic

Stop of servo piston move in halfway toward the swash plate max. or min. position
– Pergerakan servo piston (4) berarti juga menggerakkan cam yang selalu kontak dengan spool (3). Spool (3) akan bergerak naik atau turun untuk merubah besar bidang bukaan pada notch (throttle) antara spool (3) dan sleeve (2), untuk merubah large diameter end pressure.
– Servo piston (4) akan berhenti pada suatu posisi, dimana perbandingan pressure antara small diameter piston dan large diameter piston menjadi 2 : 1 (Karena perbandingan antara luas penampang antara small diameter piston dan large diameter piston adalah 1 : 2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *