Sistem Pelumasan Pada Engine

Setelah sebelumnya kita membahas sistem intake dan exhaust, kali ini kita akan bahas sistem pelumasan pada engine. Sistem pelumasan pada engine berfungsi untuk melumasi komponen-komponen yang bergesakan dan mencegah berkaratnya bagian–bagian engine yang bergerak tranlasi maupun rotasi. Tujuannnya untuk mempertahan umur dan daya tahan komponen sesuai dengan umur ekonomisnya. Pada lubrication system didukung oleh beberapa komponen utama diantaranya adalah oil pump, oil filter, lubricating valve, oil cooler dan thermostat.

Oil Pump

Oil pump yang paling banyak digunakan untuk sistem pelumasan engine adalah tipe external gear pump atau trochoid pump. Tekanan oil pelumasan engine berkisar antara 3 – 6 kg/cm2 selama pengoperasian engine dalam batas normal. Debit oli yang disuplai ke sistem berkisar antara 50 – 300 liter/menit.

Trochoid pump merupakan pompa roda gigi dengan gigi-gigi berbentuk kurva trokoida, jumlah gigi dari rotor luar. Rotor luar berbentuk silinder dan berputar pada rumah pompa, sedangkan sumbu rotor dalam terletak eksentrik terhadap sumbu silinder tersebut, sehingga pemasukan minyak pelumas berlangsung tegak lurus terhadap eksentrisitas tersebut. Saat posisi unit dioperasikan ditempat miring, oil mengalir dan berada di ujung oil pan. Sehingga oil bersikulasi tidak sempurna. Scavenging oil sirkuit mempunyai strainer yang terletak disisi berlawanan dengan strainer utama. Sehingga oli yang berada diujung oil pan dihisap oleh scavenging pump dan dialirkan ke sisi sebelahnya.

Oil Filter

Oil pelumas engine secara bertahap menjadi kotor karena membawa partikel-partikel komponen yang bergesekan. Jika kotoran kotoran tersebut ikut bersirkulasi bersama oil untuk melumasi maka komponen yang lain menjadi cepat aus. Untuk menjaga hal tersebut diatas, maka pada sistem tersebut diberi filter agar kotoran tersebut dapat disaring dan oil yang bersikulasi tetap bersih. Ada 2 macam oil filter, yaitu : Cartridge type (Elemen kertas menjadi satu dengan rumahnya) dan Hanging type (elemen kertas terpisah dengan rumahnya).

Gambar potongan oil filter

Oil filter secara bertahap akan mengalami kebuntuan oleh partikel asing dan kotoran Kecepatan kebuntuan filter, tergantung cara penanganan oilnya. Element filter harus diganti secara berkala sesuai dengan operation dan maintenance manual. By pass filter berfungsi untuk menyaring oil dari oil pan agar tetap bersih dan mencegah oil filter cepat buntu / membantu kerja oil filter. Struktur bypass filter sama dengan oil filter dan ukurannya lebih besar.

Baca Juga :  Sistem Pelumasan Sirkuit Compressor DM45

Lubricating Valve

Lubricating valve berfungsi untuk :
− Mengatur tekanan oil di dalam sistem.
− Membatasi tekanan oil di dalam sistem.

Lubricating Valve

Oil Cooler

Kenaikan temperatur oil yang berlebihan menyebabkan kualitas dan kemampuan oil sebagai pelumas menurun. Untuk mengatasi panas yang berlebihan pada oli maka pada sistem dipasang oil cooler.

Struktur oil cooler ada dua tipe :
1. Cylinder type
Pipa–pipa dengan sirip–sirip diatur sehingga membentuk silinder. Oil mengalir di dalam pipa tersebut dan air pendingin mengalir disisi luar pipa dengan arah yang berlawanan dengan aliran oli.
2. Layer type

Oil Cooler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *