Process Excellence Metodologi Six Sigma

process excellence dalam metodologi six sigma

Process Excellence Metodologi Six Sigma – Bagian terpenting dalam Six Sigma yaitu pada process excellence dan dokumentasi proses. Dalam prakteknya, Process excellence dan Dokumentasi Proses membantu tim proyek untuk menentukan, mengukur dan mengontrol proses bisnis.

Process excellence dan Dokumentasi Proses tersebut ditujukan untuk memastikan:
• Standardisasi di berbagai proses dalam organisasi / departemen yang sama.
• Memungkinkan kelangsungan bisnis jika tidak tersedia Ahli Subjek Utama (Subject Matter Expert)
• Membantu untuk memahami keadaan saat ini proses dan juga untuk mengukur kinerja keadaan masa depan proyek.

Proses Improvement (DMAIC):

Proses Improvement adalah upaya untuk mengidentifikasi masalah prioritas utama dalam proses bisnis dan untuk melatih tim untuk mengatasi masalah tersebut. Metodologi digunakan disebut DMAIC. Ini adalah singkatan dari Define-Measure-Analyze-Improve-Control.

Dalam fase Define, proyek ditentukan. Di Fase Measure, data dikumpulkan, Pengukuran Sistem divalidasi dan kinerja saat ini teridentifikasi. Dalam fase Analisis, akar penyebabnya teridentifikasi. Dalam fase Improve, solusi dibuat dan diimplementasikan dan dalam fase Kontrol, kinerja baru dipertahankan.

Alat bantu Lean seperti Value Stream Map (VSM), Pull dan Kaizen juga dimanfaatkan.

Proses Improvement (Lean):

“Lean” adalah seperangkat praktik manajemen berdasarkan Sistem Produksi Toyota (TPS). Metodologi ini diterapkan dalam proses yang dipilih untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas non-nilai tambah dan karenanya
meningkatkan efisiensi operasional. Lean cepat dan menghindari analisis data yang rumit.

Ada dua faktor penting Lean – Nilai Tambah (Value Added) dan Non-Nilai Tambah (Non Value Added). Nilai adalah apa yang pelanggan harapkan untuk itu. Itu berarti organisasi harus melakukan hal yang benar untuk pertama kalinya.
Ketika kami mengatakan Nilai Tambah, produk atau layanan kami harus memberi nilai tambah pada proses tersebut. Begitu pula seharusnya fokus untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah proses.

Baca Juga :  Sistem Kontrol Pada Common Rail Injection

Sejarah Six Sigma

• Dikembangkan oleh Mikel Harry dan Bill Smith, Motorola.
• Motorola adalah salah satu penerima pertama Penghargaan Malcolm Baldrige.
• Penghargaan Kualitas Nasional pada tahun 1988.

Sepanjang sejarah dan evolusinya, Six Sigma berubah menjadi bisnis driven, pendekatan multi-dimensi yang terstruktur untuk memperkuat Strategi Bisnis menjadi berbagai aspek seperti:
1 Meningkatkan Proses
2 Menurunkan Cacat
3 Mengurangi Variabilitas Proses
4 Mengurangi Biaya
5 Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
6 Meningkatkan Keuntungan

sumber : www.sixsigma-institute.org