Klasifikasi Jenis Kabel Dan Penggunaannya Dalam Instalasi

Jenis Kabel yang digunakan dalam teknik electro banyak sekali macamnya. Jenis kabel dinyatakan dengan singkatan-singkatan, yang berupa huruf dan angka dengan berpedoman pada PUIL(Peraturan Umum Instalasi Listrik) 1977.

1. JENIS KABEL

Bahan yang digunakan sebagai penghantar untuk kabel listrik yaitu tembaga
atau aluminium.

Tembaga

Tembaga yang digunakan untuk penghantar umumnya tembaga elektrolitis, yang mempunyai kemurnian minimum 99,9 % dengan tahanan jenis untuk tembaga lunak maximum : 0,017241 ohm mm2/m 20 oC = 58 siemens = 100 % IACS (International Annealed Copper Standard).

Koefisien suhu tembaga pada 20 OC kira-kira 0,004 per derajat Celcius. Jadi
kenaikan suhu10 OC akan meningkatkan tahanan jenisnya kira-kira 4%. Tembaga lunak mempunyai kekuatan tarik 195 –245 N/mm2

Aluminium

Umumnya digunakan aluminium dengan kemurnian minimum 99,5 % dan tahanan jenisnya maximum 0,028264 ohm mm2/m 20 oC. Aluminium lunak mempunyai kekuatan tarik 60 ~ 70 N/mm2. Aluminium jauh lebih ringan dari pada tembaga dengan berat jenis 2,7 gr/cm3 dan tembaga 8,9 gr/cm3.

Bahan Isolasi PVC

Polyvinil chlorida atau PVC adalah hasil polymerisasi dari vinylchlorida H2C = CHCL. Pada suhu kamar PVC ini sangat keras dan rapuh. Supaya dapat digunakan sebagai bahan isolasi kabel, PVC harus dicampur dengan bahan
pelunak (plasticiser) sebanyak 20-40% . Campuran ini disebut compon PVC dan untuk PVC yang belum dicampur disebut damar PVC (PVC resin).

Bahan pelunak tersebut mempunyai sifat tidak boleh menguap dan tidak menjalarkan api, sedangkan Damar PVC walupun dapat dibakar, akan padam
sendiri setelah sumber apinya disingkirkan, dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap sejumlah besar bahan kimia lain. Dengan menggunakan bahan pelunak yang tepat dapat diciptakan kompon PVC yang tahan terhadap bahanbahan kimia tertentu. Compound PVC hanya dapat digunakan pada temperature maximum 70 oC secara terus-menerus.

Polyetilen atau PE adalah hasil polymerisasi dari etylen H2C = CH. PE tidak
digunakan untuk kabel-kabel arus kuat, kecuali XLPE (Cross Linked Poly
Ethylene). PE banyak digunakan untuk kabel-kabel telekomunikasi.

Pengkodean Kabel untuk Mempermudah Identifikasi Kabel.

Huruf-huruf kode yang digunakan ialah :
N : kabel standart penghantar tembaga.
Na : kabel standart penghantar aluminium.
Y : isolasi atau selubung PVC.
F : perisai kawat baja pipih.
R : perisai kawat baja bulat.
Gb : spiral pita baja.
Re : penghantar padat bulat.
Rm : penghantar bulat kawat banyak.
Se : penghantar padat bentuk sektor
Sm : penghantar kawat bentuk banyak sektor.

Contoh : NaYFGbY 4 x 120 sm 0,6/1kV SPLN
Artinya :
Na = kabel jenis standart dengan penghantar aluminium,
Y = berselubung PVC,
F = dengan perisai kawat baja pipih
Gb = spiral pita baja.
Y = berselubung PVC
.4 = Jumlah uratnya empat,
.120 = luas penampang nominal masing-masing penghantarnya 120 mm2
Sm = penghantar kawat bentuk banyak sektor
0,6/1kV = dengan tegangan kerja nominalnya 0,6/1 kV
SPLN = memakai standart kabel dari SPLN

2. PENGGUNAAN

Kabel untuk Instalasi Lampu.

Kabel jenis ini dalam keadaan yang terlindung dan bebas dari pengaruh lipatan atau puntiran.
Contoh : NYFA, NYFAF, NYFAZ dan NYFAD.
Luas penampang penghantarnya 0,5 dan 0,75 mm2.
NYFA memiliki penghantar kawat tembaga tunggal, sedangkan penghantar jenis lainnya terdiri dari sejumlah kawat tembaga halus dan dapat memiliki satu, tiga atau empat urat yang dibelit jadi satu.

Baca Juga :  Piston Engine, Fungsi, Jenis Dan Konstruksinya

Kabel untuk Instalasi Rumah.

NGA yaitu kabel yang terdiri dari penghantar tembaga berlapis timah putih
dengan isolasi karet yang dilindungi dengan anyaman benang. Lapisan timah
putih itu diperlukan untuk melindungi tembaganya terhadap pengaruh karet.

NYA yaitu kabel yang hanya terdiri dari penghantar tembaga polos dengan
isolasi PVC. Diameter luarnya lebih kecil dari pada diameter luar NGA dan
permukaannya licin sehingga sangat mudah ditarik ke dalam pipa instalasi. Sifat dari NYA yaitu isolasi PVC hampir tidak menua, dan tahan terhadap kebanyakan bahan kimia dan tidak menjalar api, dapat digunakan sampai suhu penghantar 70 OC.

NYAF memiliki penghantar yang terdiri dari kawat-kawat tembaga halus,
sehingga jauh lebih fleksibel dari pada NYA.

Kabel untuk Instalasi Berselubung.

Keuntungan penggunaan kabel instalasi berselubung dibanding intalasi dalam
pipa ialah :
1. Lebih mudah dibengkokkan.
2. Lebih tahan terhadap pengaruh asam, uap dan gas tajam.
3.Sambungan dengan alat pemakai dapat ditutup lebih rapat.

Biasanya jenis kabel yang digunakan :
NYM memiliki penghantar tembaga polos berisolasi PVC.
Untuk luas penampang 1,5 mm2 sampai 10 mm2 penghantarnya terdiri dari
kawat tunggal. Jumlah uratnya satu hingga lima. Kalau ada lebih dari satu, uraturatnya dibelit jadi satu dan kemudian diberi lapisan pembungkus inti dari karet atau plastik lunak supaya bentuknya menjadi bulat, lapisan pembungkus inti ini harus lunak dan rapuh, supaya mudah dikupas pada waktu pemasangan. Sesudah itu baru diberi selubung PVC berwarna putih.

Kabel Fleksibel

Kabel flesibel digunakan pada peralatan yang dapat dipindah-pindahkan seperti :
> Peralatan listrik untuk pemeliharaan, penghubungan dsb, harus dapat
dipindah-pindahkan, misal: lemari es, mesin cuci, setrika dsb.
> Peralatan listrik yang kerjanya bergetar atau berpindah-pindah tempat secara terbatas;

Contoh-contoh kabel fleksibel :
a. NLYZ
Kabel ini kabel fleksibel kembar yang sangat ringan, Penghantar terdiri dari
kawat-kawat tembaga halus dengan isolasi PVC. Luas Penampang masingmasing penghantar hanya 0,1 mm2. Kemampuan hantar arus maximum 1 A. Kabel ini digunakan untuk alat listrik sangat ringan, misalnya : alat cukur, jam meja dsb dengan panjang maximum 2 meter.

b. NYZ dan NYD
Seperti gbr diatas maka kabel NYZ mempunyai penampang kabel yang lebih
besar yaitu : 0,5 dan 0,75 mm2. Kemampuan maximum hantar arus 2,5 A
dengan panjang maximum 2 meter.

Sedang NYD sama dengan NYZ tapi terdiri dari tiga urat sejajar yang juga
dibungkus dengan PVC dan dapat dipisahkan tanpa merusak isolasi.
Sedangkan untuk penggunaannya pada alat listrik tangan ringan, misalnya radio, alat cukur dsb tetapi tidak boleh digunakan untuk alat thermis.

Baca Juga :  Sistem Separator Dan Regulator Compressor DM45

c. NYLHYrd dan NYLHYfl
Kabel yang terdiri dari kawat-kawat tembaga halus dengan isolasi PVC. Luas
penampang penghantarnya 0,5 atau 0,75 mm2. Jumlah serat NYLHYrd 2 sampai 4. Serat – serat ini dibelit jadi satu dan diselubungi PVC, dan lilitan seratnya dapat bergerak dalam selubung.

Jumlah serat NYLHYfl 2 sampai 3. Serat-serat ini diletakkan rata sejajar dan diberi selubung luar PVC. Jenis ini serat-seratnya juga dapat bergerak dalam selubung. Kabel ini digunakan untuk alat-alat listrik tangan ringan, misalnya untuk mesin kantor, lampu meja dsb. Tidak boleh digunakan untuk alat listrik thermis.

d. NYMHYrd dan NYMHYfl
Susunan kabel ini seperti susunan NYLHY, hanya NYMHY lebih berat dan lebih kuat. Jumlah serat NYMHYrd 2 hingga 7, dengan luas penampang penghantar 0,75 sampai 2,5 mm2.

NYMHYfl memiliki dua serat, luas penampang penghantarnya 0,75 mm2 saja.
NYMHY boleh juga digunakan di ruang lembab sementara, misal : mesin cuci,
lemari es dsb, tetapi tidak boleh digunakan untuk alat listrik thermis.

e. NLH
Kabel ini terdiri dari kawat-kawat tembaga halus dengan isolasi karet. Kawat
dengan diameter diatas 0.16 mm diberi lapisan timah putih. Jumlah seratnya dua sampai empat, luas penampang penghantar 0,5 dan 0,75 mm2. Serat-serat dibelit jadi satu dan diberi selubung luar karet.

Seperti kabel-kabel fleksibel lainya seratnya harus dapat bergerak dalam selubung. Kabel ini lebih tahan terhadap panas daripada NYLHY. Dapat digunakan untuk alat listrik tangan dan pemanas listrik.

f. NMH
Susunan kabel ini seperti susunan NLH, hanya lebih berat. Selubung luar tahan terhadap minyak. Gambar di bawah memperlihatkan susunan NMH. Jumlah seratnya 2 sampai 7, luas penampang penghantarnya 0,75 mm2 sampai 4 mm2. Kabel ini digunakan untuk alat-alat lstrik ruang lembab, bengkel, pertanian dan juga boleh digunakan ditempat kerja dengan bahaya kebakaran.

g. VRMrL
Kabel ini susunannya seperti susunan NMH tetapi dengan tambahan selubung
luar kedua dari PVC, sehingga kabelnya lebih tahan terhadap gesekan.

h. NSHou
Kabel ini terdiri dari kawat-kawat tembaga halus berlapis timah putih dengan isolasi karet. Jumlah uratnya 1 sampai 7, selain itu juga 12 dan 19.

Luas penampang penghantarnya sbb:
Serat tunggal : 1,5 s/d 400 mm2
2 sampai 4 serat : 1,5 s/d 185 mm2
5 serat : 1,5 s/d 70 mm2
6 serat ke atas : 1,5 s/d 6 mm2

Tiap-tiap serat dibalut dengan pita tenunan atau foli, kemudian dibelit jadi satu dan diberi selubung dari karet. Kabel ini dapat digunakan di ruang kering dan basah, juga di tempat kerja dengan bahaya kebakaran atau ledakan dan dialam terbuka .

2 tanggapan untuk “Klasifikasi Jenis Kabel Dan Penggunaannya Dalam Instalasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *