Final Drive Pada Alat Berat, Struktur Berikut Cara Kerjanya

Final Drive atau penggerak akhir adalah pegurang kecepatan yang biasanya diperlengkapi dengan satu atau dua set roda gigi. Baik lurus dan pinion boss roda gigi penggerak akhir.

Prinsip yang dipergunakan pada transmisi dimana kecepatan rotasi dikurangi dan momen puntir (torque). Ditambah oleh sejumlah roda gigi yang dipergunakan pada penggerak akhir.

Masing-masing case penggerak akhir (final drive case) dipasang melebar keluar dari bevel gear case pada masing-masing sisi. Dengan memilih perbandingan kecepatan yang tepat momen puntir (Torque) sebelum ke penggerak akhir dapat diperkecil.

Dengan demikian, transmisi yang sama, poros roda tirus (bevel gear shaft) dan lain-lain dapat dipergunakan yang sama pada berbagai jenis model mesin.
Roda gigi penggerak akhir (final Drive gears) dapat dihadapkan pada tekanan permukaan yang besar disebabkan oleh beban goncangandan benturan ( shock and impact loads).

Yang mana memerlukan perhatian ekstra untuk seleksi oli pelumas dan mencegah masuknya benda asing ke dalam bak penggerak akhir ( final drive cases ).

Perbandingan reduksi normal berada diantara 1/9 sampai 1/12 untuk perbandingan reduksi yang lebih kecil dipergunakan sistem reduksi tunggal. Untuk perbandingan reduksi yang besar dipergunakan sistem reduksi ganda atau sistem roda gigi planet. (Double reduction system or planetary gear system).

Jenis-jenis Penggerak Akhir/ Final Drive

1. Single Reduction Rotated Drive Shaft

single reduction final drive

Penggerak akhir tipe reduksi tunggal (single reduction) dengan roda gigi lurus (spur gear) tenaga penggeraknya dari steering clutch, disalurkan ke pinion (13) melalut tromol rem (brake drum) dan flange (15). Tenaga gerak kemudian disalurkan ke sprocket (1) melalui pinion (13), roda gigi pemutar (drive gear) (19), poros penggerak akhir (final drive shaft) (20}, dan. hub (6) demikianlah urutannya. Hub (6) dipress duduk poros penggerak akhir (final drive shaft) (20).

Baca Juga :  Flow Control Valve, Fungsi, Jenis Dan Cara Kerjanya

2. Single Reduction Fixed Drive Shaft

single reduction fixed shaft final frive

Pada gambar diatas ditunjukkan, putaran dari steering clutch akan diteruskan oleh Hub (22) ke pinion (17). Pinion (17) akan berputar menggerakkan gear (19). Melalui hub (22) putaran gear (19) diteruskan ke sprocket (13). Dengan demikian sprocket shaft (23) dalam keadaan diam (fixed).

3. Double Reduction

double reduction final drive

Pada gambar di atas ditunjukkan, tenaga penggerak yang berasal dari steering clutch diteruskan melalui flange (1) ke pinion shaft (3). Dari pinion shaft (3) kemudian diteruskan ke (4), pinion (5), gear (21). Dari gear (21) putaran diteruskan melalui final drive hub ke sprocket hub (16) dan sprocket (8).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *