Cylinder Block, Fungsi Dan Komponen Pendukungnya

Cylinder block terbuat dari besi cor (cast iron) dan pembuatannya di lakukan dengan proses casting (pengecoran). Cylinder block merupakan rangka utama dari engine. Semua komponen engine diletakan pada cylinder block. Pada komponen ini terdapat lubang untuk pemasangan cylinder liner dan tempat dudukan crankshaft. Dua tipe silinder block dibawah ini adalah In Line Type dan V-Type cylinder block.

Cylinder Liner

cylinder liner

Cylinder liner merupakan komponen combustion chamber yang berhubungan dengan tekanan tinggi, dan beban gesek yang besar sebagai akibat gerak naik turun piston. Cylinder liner harus tahan terhadap temperatur tinggi, tidak mudah aus dan mampu menerima gaya yang besar dari piston.

Ukuran cylinder liner harus sesuai dengan ukuran piston dan ring piston. Liner harus mempunyai kemampuan menyerap panas dan mentransfer seluruh panas dari permukaan dalam liner ke permukaaan luar liner. Liner harus tahan karat karena pada permukaan bagian luar berhubungan langsung dengan air pendingin. Untuk menjamin efisiensi pendingin yang tinggi, ketebalan liner lebih kurang 5 – 10mm.

Cylinder Liner Seal Ring

cylinder liner seal ring

Air pendingin untuk mendinginkan liner disekat oleh flange di bagian atas dan O-ring pada bagian bawah liner. Ring seal liner harus mampu menyekat dengan baik, tahan terhadap oil dan air serta tahan terhadap perubahan temperatur dan tekanan.

Crankshaft

crankshaft

Crankshaft merupakan komponen yang menerima tenaga gerak dari piston. Crank shaft bersama dengan connecting rod merubah gerakan naik/turun piston menjadi gerak putar. Crankshaft engine dengan beban sedang didukung dua main journal pada setiap dua piston. Crankshaft engine dengan beban berat didukung dengan dua main journal pada setiap satu piston.

Jumlah main journal pada crankshaft sama dengan jumlah piston di tambah satu. Main journal dan pin journal (crank pin) selalu menerima beban berat dan bervariasi dengan gesekan kecepatan tinggi. Karena itu crankshaft harus kuat dan tahan terhadap gesekan. Pada umumnya crankshaft dibuat dari besi tempa dengan carbon tinggi dan pengerasan dengan chrome ditambah molybdenum. Permukaan journal dikeraskan dengan induksi frekwensi tinggi.

Baca Juga :  Sistem Injeksi Bahan Bakar Pada Engine

Main Bearing dan Connecting Rod Bearing

main bearing

Main bearing dan connecting rod atau biasa disebut dengan metal bearing terpasang dengan pas pada masing-masing main journal dan crank pin journal. Bearing adalah yang mendukung langsung pada bagian yang bergesekan dari crankshaft dan selalu menerima tekanan pada permukaannya dan gesekan dengan kecepatan tinggi. Disamping harus tetap kedudukannya bearing juga harus memiliki kekuatan yang besar dan dapat menyesuaikan.

Pada metal bearing terdapat oil groove yang tujuannya untuk membawa oli ke seluruh permukaan bearing dan membuat pergerakan atau gesekan menjadi lembut. Selain itu, oil groove juga sebagai penampung oli pada saat engine mati untuk menjaga persentuhan yang baik pada permukaan shaft.

Untuk menjaga kehalusan crankshaft bearing harus dibuat lebih lunak tetapi kuat dan permukaan dapat menyesuaikan, dengan demikian bearing dibuat dari material yang berbeda untuk memenuhi persyaratan diatas dan bearing ada yang mempunyai lebih dari dua jenis material.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *