Cara Kerja Hydraulic Idler Cushion PC2000-8

idler cushion pada bulldozer

Cara Kerja Hydraulic Idler Cushion PC2000-8 – Sahabat mekanik alat berat, pada sebuah unit alat berat yang menggunakan crawler atau track, pasti terdapat komponen yang dinamakan idler cushion. Idler cushion ini berfungsi sebagain peredam kejutan pada komponen undercarriage yang didapat saat unit tersebut berjalan.

Idler cushion ini bentuknya berbagai macam, untuk alat dengan kapasitas atau dimensi yang kecil, mereka hanya dibekali dengan sebuah recoil spring. Akan tetapi, untuk alat dengan dimensi atau ukuran yang besar, contohnya PC2000-8, mereka menggunakan Hydraulic Cushion System sebagai peredam kejutannya.

HIC System merupakan Suatu system peredam kejutan pada component under carriage saat mendapat beban kejut dari arah depan (idler) dengan menggunakan cylinder hydraulic yang dihubungkan dengan Accumulator. Gas Nitrogen dalam accumulator akan menyerap beban kejutan atau kenaikan pressure secara tiba tiba dengan kemampuan menyusut dan memuai tanpa terjadi kenaikan temperature.

hydraulic idler cushion pc2000-8
1. Idler
2. Yoke
3. Plunger A
4. Plunger B
5. Cylinder
6. Stop valve
7. Relief-check valve
8. Accumulator
9. Check valve
10. Stop valve
11. Pressure reducing valve
12. Check valve
13. Right travel motor
14. Center swivel joint
15. Control valve (R.H.)
16. Line oil filter
17. Hydraulic pump (front)

accumulator hic system pc2000-8
1. Valve
2. Body
3. Bladder
4. Check valve
Specification
Capacity: 32, 500 cc
Actuation pressure: 29.4 MPa {300 kg/cm2}

Operation (Cara Kerja)

• Sebagai mekanisme untuk meredam kejutan saat terjadi benturan dari arah
depan (front idler), tidak lagi digunakan Recoil Spring, tetapi digunakan suatu Hydraulic Idler Cushion System

• Seperti tampak diatas, celah ruang antara yoke (2) dan plunger (3) diisi dengan grease, sedangkan celah ruang antara plunger (4) dan cylinder (5) diisi dengan hydraulic oil pada constant pressure sekitar 180 kg/cm2 dimana hydraulic oil dihubungkan melalui relief check valve (7) menuju ke accumulator (8)

Baca Juga :  Lowongan Kerja PT. Madhani Talatah Nusantara

• Saat terjadi benturan atau (external force), dan idler (1) dipaksa bergerak balik, maka plunger (4) menjadi tertekan dan pressure cylinder (5) meningkat. Jika pressure terus naik dan mencapai diatas set pressure, maka relief-check valve (7) akan terbuka untuk mengalirkan oli menuju ke accumulator (8).

• Sehingga volume nitrogen gas dalam accumulator akan diperkecil sesuai dengan quantity oil yang ditekan oleh plunger (4), dengan demikian pressure accumulator juga akan naik, untuk menimbulkan cushion force (damping effect) yang sesuai dengan pergerakkan plunger (4).

• Sebaliknya, jika benturan dari depan menghilang atau berkurang, dan idler (1) akan kembali bergerak kedepan, karena flow oil akan dikembalikan oleh gas pressure dalam accumulator melalui check valve (pada relief valve) menuju ke cylinder (5). Sehingga cushion force akan berkurang dan system kembali ke kondisi semula sesuai dengan pergerakkan maju front idler.