Bagaimana Menghitung Physical Availability

Ada dua tipe indikator ketersediaan unit yang populer digunakan, Physical Availability (PA) dan Mechanical Availability (MA). Dan banyak dari beberapa orang sulit membedakan apa itu PA dan apa itu MA. Bahkan ada sebagian orang menganggap PA dan MA adalah sama, padahal keduanya memiliki perbedaan.

Secara terminologi, PA adalah ketersediaan unit secara fisik sedangkan MA adalah ketersediaan unit secara mekanis. Lantas apa yang membedakan?

Well, secara terminologi kita sudah mampu membedakan sedangkan secara formula apakah sama?

Sejauh ini formula untuk PA adalah
PA=((MOHH-DT)/MOHH)×100%.

Kemudian untuk MA menggunakan formula
MA=(WH/(WH+DT))×100%

MOHH = Machine On Hand Hours (sering disebut total jam dunia)
WH = Working Hours / Service Meter Reading
DT = Downtime / Breakdown Hours

Formula diatas tidak semua perusahaan sama, terkadang setiap perusahaan memiliki standard formula tersendiri. Selama berkarir di maintenance planning, saya pernah bekerja di perusahaan yang menerapkan kedua indikator tersebut.

Banyak yang agak bingung membedakan keduanya, karena ada perusahaan yang merumuskan kedua indikator tersebut dengan formula yang sama.

Kenapa?

Dari ilustrasi gambar dibawah bisa kita simpulkan bahwa MA hanya mencakup WH dan BD/downtime saja, mengecualikan standby dan accident. Sementara PA sendiri terbagi 2 dan ini umum dipakai dibeberapa perusahaan tambang. Physical Availability Operasional mencakup sampai downtime accident sedangkan PA yang menjadi KPI Dept Maintenance akan menganggap accident sebagai standby. Agree?

Secara prinsip seharusnya PA mencakup semuanya termasuk accident, namun tidak fair jika Accident yang termasuk miss operation membebani dept maintenance. Itulah kenapa accident tidak termasuk ke dalam perhitungan PA maintenance.

Lantas Kapan Menggunakan Physical Availability

Dari formula tersebut sebenarnya kita bisa simpulkan untuk PA lebih condong ke performa machine secara operasional sedangkan MA lebih ke performa machine secara teknis. Jadi organisasi dengan target produksi seperti pertambangan akan lebih cocok menggunakan PA sedangkan MA lebih cocok untuk mengukur performa unit di perusahaan rental atau dealer.

Baca Juga :  Konsep Dasar Supply Chain Management

Itulah kenapa PA seringkali disandingkan dengan MTBS dan MA bergandengan dengan MTBF sebagai KPI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.