Aliran Refrigerant Pada Siklus Pendingin

grafik aliran refrigerant

Setelah kita membahas metode pendinginan, saya akan melanjutkan pembahasan kita pada bagaimanakah aliran refrigerant pada siklus pendingin.

Aliran refrigerant yang meninggalkan receiver dikembangkan dengan tiba-tiba pada expansion valve. Ini akan menjadi uap basah dengan tekanan dan temperatur rendah dan mengalir ke evaporator. Refrigerant uap basah yang mengalir dievaporator mengambil panas dari udara didalam ruangan pada permukaan evaporator.

Disini refrigrant diuapkan dan dipanaskan lagi, kemudian diisap lagi ke kompresor dalam bentuk gas refrigerant. Udara didalam ruangan dihisap ke unit pendingin oleh sebuah fan, didinginkan di permukaan evaporator dan ditiupkan lagi ke ruangan.

Gambar terkait
Cara refrigerant mengalir dan melepas panas

Gas refrigerant yang diuapkan dievaporator dihisap ke kompresor.
Gas refrigerant dipampatkan di kompresor, kemudian dikirimkan ke kondensor dengan tekanan dan temperatur tinggi.

Didalam kondensor gas refrigerant didinginkan. Ini akan menjadi refrigerant cair lagi dan mengalir ke receiver. Dengan mengulangi step 1 s/d 5, panas diambil dari udara pada permukaan evaporator, dan panas disalurkan ke udara pada permukaan kondensor untuk menghasilkan pendinginan didalam ruangan.

Catatan : Temperatur dan tekanan refrigerant bervariasi sesuai dengan aliran udara dan temperatur dari permukaan kondensor.

Pada mesin pendingin yang menggunakan penguapan panas laten, dari refrigerant yang dipakai saat ini, jika gas refrigerant tidak mencair saat mendekati normal temperatur, ini tidak akan dapat mengambil panas laten dari sekeliling refrigerant untuk melakukan pendinginan. Dikatakan secara umum, untuk gas yang akan dicairkan harus bertekanan.

Walau bagaimanapun, jika ini didinginkan pada saat yang sama dengan pemberian tekanan, ini dapat dicairkan dengan mudah. Untuk alasan ini kompresor dan kondensor diperlukan pada sistem pendingin saat ini.

Dalam siklus pendinginan, perubahan refrigerant dari cairan menjadi gas (penguapan) dan dari gas menjadi cairan (kondensasi). Kedua temperatur dan tekanan refrigerant bervariasi selama siklus pendinginan. Gambar diatas menunjukan variasi dari temperatur dan tekanan didalam siklus pendinginan.

Baca Juga :  Struktur Dan Cara Kerja Kompressor AC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *