Air Cleaner, Struktur, Fungsi Dan Cara Kerjanya

Air cleaner berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran lainnya, dan dapat menyediakan udara yang bersih untuk engine, sehingga dapat mempertahankan engine performance dan juga memperpanjang umur engine.

Jika engine menghisap masuk debu yang berterbangan di udara bebas, maka akan terjadi keausan yang parah pada cylinder liner dan piston ring, yang menyebabkan kehilangan power engine dan terjadi black exhaust smoke. Pada saat yang bersamaan, juga menyebabkan problem yang lain seperti misalnya oil consumption akan meningkat.

Apa sajakah yang dapat disaring oleh Air cleaner? Debu, pasir dan kotoran lainnya yang terdapat di udara bebas.

Kotoran dan debu yang beterbangan di udara bebas terdiri dari pasir, tetapi kandungan utamanya berupa silica, alumina, dan iron oxide. Semuanya merupakan bahan yang sangat keras, dan keausan pada engine cylinder liner dan piston disebabkan oleh debu keras tersebut yang terhisap masuk bersama dengan udara.

Jumlah dan komposisi kimia debu yang terdapat dalam udara bebas bervariasi tergantung dengan cuaca dan lokasinya, tetapi secara umum, seperti ditunjukkan pada table disebelah.

Air cleaner with built in cyclone

Komatsu menggunakan sebagian besar type Air cleaner seperti gambar di bawah. Dengan kelebihannya berupa built-in cyclone untuk memisahkan particle debu yang besar dan kasar dari udara dan juga dilengkapi dengan evacuator valve yang bekerja secara automatic untuk membuang debu yang terkumpul dalam housing cleaner.

 

air cleaner with cyclone

Udara yang terhisap masuk oleh negative pressure engine akan mengalir sambil berpusar karena adanya cyclone yang dipasang ditengah outer element. Centrifugal force yang timbul dari pusaran udara akan memisahkan particle debu yang lebih besar, dan kotoran tersebut dikumpulkan di dust case.

Baca Juga :  Steering System Semi Hidrolik, Tipe Dan Cara Kerjanya

Selanjutnya udara dengan debu yang lebih halus akan disaring oleh outer element and inner element, sehingga udara bersih yang dialirkan ke engine.
Pada air cleaner ini, terdapat vane disisi luar element, so pada awalnya lebih banyak udara yang mengalir melalui bagian yang tidak terdapat vane-nya dan bagian tersebut akan cepat buntu.

Saat resistance pada bagian tersebut menjadi lebih besar, udara akan mengalir ke bagian yang ber-vane dimana resistance-nya lebih rendah, sehingga akhirnya kebuntuan juga akan merata.

Precleaner

Khusus untuk unit yang beroperasi pada daerah yang berdebu, dipasang Pre-cleaner sebelum Air cleaner untuk mencegah kebuntuan Air cleaner yang terlalu cepat dan untuk meningkatkan efficiency pemisahan debu dari udara yang masuk.

Ada beberapa type precleaner, tetapi semuanya bekerja berdasarkan prinsip menimbulkan pusaran atau cyclone effect pada sisi intake yang meghasilkan centrifugal force untuk memisahkan debu dari udara. Jika dipasang precleaner, biasanya Air cleaner bertype cyclone-less. Dengan alasan karena kemampuan memisahkan (separating capacity) precleaner sudah bagus, sehingga tidak perlu lagi untuk menimbulkan cyclone effect, dan dapat mencegah terjadinya kenaikan resistance pada sisi intake.

1.US Precleaner Type

us precleaner type

Cyclone effect yang dihasilkan oleh vane pada Air intake port, akan menimbulkan centrifugal force untuk memisahkan debu kasar dari udara, dan
debu akan terkumpul di sisi luar dust case. Case harus diperiksa dan debu dibersihkan setiap 50 hour, tetapi jika debu telah terkumpul melebihi specified level sebelum waktunya, precleaner harus segera anda bersihkan.

2.Precleaner Komaclone Type

precleaner komaclone type

Komaclone type menghasilkan cyclone effect pada inlet port dengan cara yang sarna dengan US precleaner dan memisahkan debu-nya didalam Komaclone. Precleaner ini juga memanfaatkan negative pressure yang ditimbulkan oleh venturi yang terdapat pada muffler outlet port untuk secara automatic membuang debu yang sudah terpisah melalui muffler.

Baca Juga :  Sistem Pelumasan Pada Engine

Jumlah udara yang mengalir ke muffler sudah dipertimbangkan terhadap suction efficiency engine dan exhaust pressure, dan precleanernya di-set sekitar 10% intake air flow.