5 Kiat Menjadi Seorang Manager Di Usia Muda

Menjadi manager di usia muda, memangnya bisa? Pertanyaan itu juga mungkin ada dalam pikiran beberapa orang saat ini. Hal yang perlu dicatat adalah usia tidak mencerminkan kematangan berpikir seseorang. Banyak kalangan milenial sekarang yang sudah menempati posisi-posisi penting di perusahaan besar, termasuk jabatan seorang manager.

Kematangan berpikir bukan hanya didapat dari usia semata, akan tetapi melalui pengalaman dan keahlian. Anda perlu melakukan penyesuaian agar bisa tetap rendah hati dalam memimpin serta tidak perlu malu untuk terus belajar.

Selain itu, berusia lebih tua bukan berarti lebih mudah dalam menguasai emosi dan ego diri. Sering kali, karena sudah merasa senior, proses belajarnya berhenti sehingga pengetahuan dan kemampuannya tidak relevan lagi dengan dunia kerja saat ini. Anda akan terus maju apabila mau untuk terus belajar dan menambah keahlian diri. Itulah yang bisa menjadi pegangan anda untuk percaya diri dalam sukses memimpin di usia muda.

Kualitas yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin

Benar, bahwa seorang pemimpin harus mumpuni atau memiliki keahlian yang cukup sebagai dasar. Berikut adalah beberapa kualitas diri yang perlu ditingkatkan ketika menjadi seorang pemimpin.

1. Bekerja dengan data dan fakta
Ketika kita bekerja dengan data dan fakta yang ada, hasil pekerjaan akan bisa diandalkan. Inilah yang selalu perlu anda lakukan dan anda pelajari selama menjadi pemimpin dalam lingkungan pekerjaan.

2. Jujur dan dapat dipercaya
Kepercayaan merupakan nilai yang cukup tinggi dihargai di dunia nyata. Itulah kenapa kita perlu senantiasa jujur dalam melakukan sesuatu. Analoginya, jika anda bisa dipercaya untuk melakukan hal yang sederhana, maka perusahaan akan mempertimbangkan untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar di kemudian hari.

Baca Juga :  3 Tips Mengirimkan Lamaran Kerja Lewat Email

3. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Berada di level manajerial berarti anda perlu memiliki kemampuan komunikasi yang cemerlang dengan atasan dan staf di dalam divisi anda, serta dengan rekan kerja lainnya. Dengan komunikasi yang efektif, kesalahpahaman akan lebih jarang terjadi dan tugas bisa didelegasikan dengan baik.

4. Menjadi panutan
Bukan berarti anda harus selalu tampil sempurna, tetapi anda perl menjalani semuanya sebaik mungkin. Ajak staf anda untuk memecahkan solusi bersama dan hargai ide mereka. Dengan begitu, anda bukan hanya menjadi panutan dalam kinerja profesional, tetapi juga dalam bersikap secara pribadi.

5. Fokus pada proses
Jika anda melakukannya, mudah untuk meningkatkan kualitas, sebab hasil yang baik, akan dicapai dari proses yang baik. Kalau hasilnya belum maksimal, itu artinya kita harus memperbaiki prosesnya di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.