3 Tips Mengirimkan Lamaran Kerja Lewat Email

Tips kali ini mengulas apa saja yang harus anda perhatikan sebelum anda mengirimkan lamaran kerja ataupun CV anda via email.

Hati – Hati Typo (Salah Ketik)

Typo yang biasanya paling sulit dimaafkan adalah salah spelling nama perusahaan dan salah sebut nama recruiternya.

Lebih baik Anda menulis “kepada Yth. Bapak/Ibu HRD Perusahaan”, daripada Anda menulis “kepada Yth. Ibu Ratna” padahal misalnya jelas-jelas emailnya bambang.purnomo@perusahaan.com

Periksa lagi sebelum Anda mengirimkan email lamaran kerja Anda, apakah nama-nama itu sudah tertulis dengan benar? Hal lainnya yang juga pantang Typo adalah Job Code (jika ada), nama posisi, nama keahlian/program/Sertifikasi yang Anda kuasai (contoh: MySQL, Oracle, JavaScript, CBHRM, Brevet A, Myob, Accurate, dll)

Terkadang, saking banyaknya lamaran yang masuk, Recruiter menggunakan fasilitas search. Sayang kan, kalau CV anda tidak muncul di hasil pencarian, hanya gara-gara Anda Typo.

Sekali lagi, check and recheck ya sebelum kirim.

Jangan Lupa Attachment Lamaran Kerja Anda

Jika pelamar lupa attachment, recruiter yang masih berbaik hati akan reply ke pelamar untuk menanyakan attachmentnya.

Tapi percayalah, tidak semua recruiter/headhunter melakukan itu. Kebanyakan akan langsung memasukkan email Anda ke folder trash. Bukannya kejam ya, tapi memang mereka tidak ada waktu untuk menanyakan kembali kepada Anda.

Jadi lebih baik Anda yang periksa lagi sebelum kirim, pastikan attachment CV dan dokumen lain (jika ada) sudah ter-attach dengan sempurna.

Attachment Jangan di password ya

Ini baru CV dan lamaran kan? Bukan slip gaji.

Tolong filenya jangan di pasword. Recruiter akan kesulitan eh salah… akan tidak bisa membuka file attachment Anda. Sayang kan, kalau lamaran dan CV Anda berakhir di folder trash karena Anda terlalu memprotectnya.

Baca Juga :  11 Tips Merawat Alternator Agar Mencapai Umur Pakainya

Cantumkan Link Attachmentnya

Jika Attachment lamaran Anda memiliki size yang cukup besar (misalnya ada beberapa portfolio berupa gambar design), Anda dapat menyimpannya di google drive (atau Media penyimpanan lainnya) dan memberikan linknya di email lamaran Anda.

Nah namun jangan lupa, untuk membuka permissionnya.

Ada beberapa recruiter yang sempat mengeluh kepada saya karena kandidat mengirimkan link file ke google drive tapi permission nya tidak dibuka.

Memang bisa ask for permission sih, tapi kan jadi butuh waktu dan menambah langkahnya ya.

Saran saya. Selama itu bukan data confidential, permission nya dibuka saja, allow access for anyone with the link CAN VIEW.

sumber : disarikan dari artikel Milka Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *